+62 541 282 334

GABBLE 101: Manajemen Tugas di Classroom untuk Guru

GABBLE 101: Manajemen Tugas di Classroom untuk Guru

GABBLE 101: Manajemen Tugas di Classroom untuk Guru

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam kesempatan kali ini saya akan memaparkan cara mengelola tugas di Classroom.

Masuk ke Halaman Tugas/Assignments untuk Guru

Ini tampilan menu utama Classroom. Dari sini kita bisa lihat kelas apa saja yang kita ikuti. Ada link ke halaman tugas juga.

Ini tampilan menu utama Classroom. Dari sini kita bisa lihat kelas apa saja yang kita ikuti. Ada link ke halaman tugas juga.

Dalam contoh di atas, menu ke halaman Tugas untuk dikelola Guru ada di bagian atas (bukan yang ditunjuk oleh kursor). Klik yang itu.

Pilih Salah Satu Tugas yang Ingin Dikelola

Perhatikan bahwa ada dua tab di sini: Reviewed dan To Review

Perhatikan bahwa ada dua tab di sini: Reviewed dan To Review

Di sini terdapat dua tab yang memisahkan antara tugas-tugas yang belum diperiksa dan tugas-tugas yang sudah diperiksa. Di masing-masing tab, Anda dapat memilah tugas-tugas Anda lebih jauh lagi berdasarkan kelas yang Anda ampu, jika Anda mengampu lebih dari satu kelas.

Periksa Tugas Para Siswa

Di sini yang terlihat hanya satu karena memang saya baru terbitkan satu tugas untuk para siswa.

Di sini yang terlihat hanya satu karena memang saya baru terbitkan satu tugas untuk para siswa.

Dalam contoh di atas, terlihat bahwa setiap link ke halaman tugas akan disertai informasi berapa siswa yang mengaku sudah mengerjakan dan berapa siswa yang belum mengaku mengerjakan. Masing-masing informasi ini ketika diklik akan menampilkan daftar siswa sesuai ketuntasan tugas masing-masing pula. Jika Anda klik yang Done/Selesai, maka yang ditampilkan adalah daftar siswa yang sudah mengerjakan. Jika Anda klik Not Done/Belum Selesai, maka hanya siswa yang belum mengerjakan yang akan ditampilkan.

Lalu bagaimana jika saya ingin menampilkan semuanya? Tenang, Anda selalu bisa menghapus filter tadi sewaktu-waktu dari halaman pengelolaan tugas Anda. Kita lihat setelah ini.

Dalam gambar di atas, terlihat kursor meng-hover informasi siswa yang mengaku sudah mengerjakan. Maka, kita akan dibawa ke halaman sebagaimana tampak dalam gambar berikut.

Berhubung tadi yang diklik adalah yang Done, maka yang ditampilkan adalah daftar siswa yang sudah mengaku selesai.

Berhubung tadi yang diklik adalah yang Done, maka yang ditampilkan adalah daftar siswa yang sudah mengaku selesai. Hey Aisyah, ustdzh itu untuk PEREMPUAN. Saya ini LAKI-LAKI! ROOOOAAARRR!!

Bagi yang sudah membaca tutorial “Cara Mengerjakan Tugas di Classroom” pada edisi sebelumnya, pasti merasa deja vu dengan halaman ini. Sepertinya pernah lihat tapi kelihatannya ada yang berbeda.

Benar, sama seperti pada halaman rincian tugas untuk Siswa, halaman rincian tugas untuk Guru ini juga terbagi ke dalam dua tab, yaitu Instructions yang berisi rincian cara pengerjaan tugas yang Anda posting dan dapat Anda edit sewaktu-waktu serta Student Work (nah, ini yang beda; kalau di Siswa, namanya Your Work/Tugas Anda) yang menampilkan daftar siswa beserta rincian ketuntasan, nilai, pengembalian, dan berkas tugas (jika ada).

Kita bahas pelan-pelan.

Perhatikan Frieska Amartya Dewita Putri pada gambar di atas. Di sana kita dapat melihat bahwa status tugas Siswa ini adalah DONE, maksudnya si siswa telah mengeklik tombol “Mark as Done” atau “Tandai Sebagai Selesai” di halaman rincian tugasnya.

Beri NIlai

Kemudian ada Grade/Nilai. Sebelum terisi seperti pada gambar di atas, informasi ini kosong (you don’t say!). Anda harus mengisi nilai siswa secara manual, satu per satu dengan penuh cinta, kasih sayang, dan harapan.

Rentang nilai dapat Anda pilih: 1, 20, 50, atau 100. Hanya empat pilihan ini. Angka-angka ini adalah nilai maksimum yang dapat dicapai Siswa dengan penuntasan tugas yang Anda berikan ini. Pilihnya di mana? Tuh, di sebelah tulisan Points pada header tabel di atas. Kalau kurang jelas, ini gambarnya.

Daftar nilai maksimum yang bisa dipilih.

Diklik. Dipilih. Diklik…. lagi.

Nah, hebatnya Grade/Nilai di Google Classroom ini adalah kita bisa memberi siswa nilai yang melampaui sempurna. Sebagaimana terlihat dalam contoh di atas, saya memberi nilai 200 untuk Frieska padahal nilai maksimum yang saya pilih hanya 100. Luar biasa…

Setelah informasi nilai, di sebelahnya ada informasi apakah tugas yang Anda kelola ini sudah dikembalikan atau belum (Returned atau Not Returned). Pastikan bahwa sebelum Anda mengembalikan tugas Siswa, Anda sudah memberi nilai terlebih dahulu.

JIka Anda rasa tugas Siswa belum memenuhi syarat, jangan diberi nilai. Kirim saja private message yang meminta siswa untuk menarik kembali tugasnya, memperbaikinya sendiri, lalu menyetor kembali di halaman rincian tugasnya sendiri.

Oh ya, masih ingat soal menghapus filter tadi? Nah, Anda lihat pita hitam yang ada tulisan CLEAR-nya pada gambar di atas? Nah, itulah filter yang saya maksud. Pita itu menginformasikan bahwa yang ditampilkan hanyalah para siswa yang sudah mengaku menyelesaikan tugas. Anda dapat menghapus filter ini dengan mengeklik Clear/Hapus.

Setelah filter dihapus, maka akan ditampilkan daftar berisi seluruh siswa yang mengikuti kelas Anda, terlepas dari ketuntasan tugasnya.

Daftar siswa yang mengikuti kelas, baik yang sudah mengerjakan tugas maupun yang belum.

Cukup jelas, kan, ya? Di sini Anda dapat memberi nilai baik kepada mereka yang MENGAKU SUDAH mengerjakan maupun yang BELUM MENGAKU mengerjakan.

Siswa kita kan kadang teledor. Tidak mengherankan jika ada (di contoh ini malah banyak) di antara mereka yang sebenarnya sudah mengerjakan dan mengumpulkan tugas (kita bisa cek di folder Drive tugas yang bersangkutan) tapi belum mengeklik Mark as Done (Tandai Sebagai Selesai). Selama tombol ajaib itu belum diklik, Classroom masih akan menampilkan status tugas Siswa sebagai Not Done alias Belum Selesai.

Maka, di sinilah kebijaksanaan seorang guru dalam memberi nilai sangat diperlukan. Classroom memungkinkan kita memberi nilai tidak hanya kepada siswa yang sudah Done, namun juga kepada mereka yang masih Not Done. Tentunya kita juga harus objektif dengan hanya memberi nilai kepada mereka yang memang sudah terbukti mengumpul atau menuntaskan tugas meskipun belum mengaku selesai dengan mengeklik Mark as Done atau Tandai Sebagai Selesai.

(to be continued)

Jumaidil Awal
Jumaidil Awal adalah the most misunderstood man in the world, coming from the most misunderstood country in the world (baca: Indonesia). Meskipun bernama Jumaidil Awal, ia lahir di bulan Rabiul Awal. Meskipun pernah disangka sebagai orang Jawa oleh beberapa orang Jawa, ia sebenarnya adalah orang Bugis. Ia jarang tertawa karena lelucon orang lain, bukan karena tidak menghargai. Terakhir kali dia tertawa karena lelucon orang, orang itu merasa terhina. Anyway, jika tidak sedang mengajar Kimia, suami satu istri ini kadang mengajar Fisika, Matematika, UMMI, atau malah Bahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>